Term of References
Seminar Nasional Rescuing Our Culture 8 Desember 2009.
Topic: Prospek pendidikan bermuatan local dalam menjaga budaya bangsa.
Budaya adalah sesuatu yang dihasilkan oleh masyarakat. Ia harus dipelajari, dikembangkan, dan dijaga oleh masyarakat pemilik kebudayaan untuk terus bertahan. Namun, di era globalisasi seperti sekarang ini, fenomena yang terjadi adalah masyarakat pemilik kebudayaan terkadang tidak paham atau bahkan mengetahui kebudayaannya sendiri. Proses enkulturasi yang lazimnya terjadi dari orang tua kepada anak-anaknya, dirasakan tidak efektif lagi di era modern dimana waktu dan uang adalah dua hal yang saling berkejaran.
Sebagai lembaga penginternalisasi nilai-nilai luhur, institusi pendidikan memiliki peran yang amat penting di masa sekarang. Ia bertugas membantu orang tua dalam mendidik anak bangsa. Menjadikannya insan cendekia yang sadar akan hakikatnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Mengenali budaya, dan mampu pula untuk menjaganya dari tangan-tangan asing yang ingin merebut atau sekedar merusaknya. Namun, apakah system pendidikan kita telah mampu mengemban tugas ini?
Fenomena yang lazim terjadi saat ini adalah keengganan pelajar untuk mengenali budayanya. Mereka lebih merasa bangga ketika mengidentifikasikan dirinya dengan kebudayaan barat atau kebudayaan asing lainnya yang dinilai lebih “modern”. Ironis rasanya ketika ada negeri tetangga yang mengklain kebudayaan Indonesia lalu kita serentak tersulut emosinya. Padahal sebelum klaimasasi itu, kita tak kenal atau berusaha untuk mengkaji kebudayaan tersebut lebih dalam.
Akan sangat menarik ketika kita membahas bagaimana prospek pendidikan berbasis local dalam peranannya menjaga budaya daerah. Selain itu, bagaimana pula relevansi pendidikan berbasis local ini di era globalisasi. Apakah slogan “Think globally act locally” benar-benar sesuai dengan keadaan multicultural bangsa Indonesia? Lebih jauh lagi, pembahasan ini akan lebih menarik ketika pendidikan berbasis budaya dikaji pula dengan pengaruhnya terhadap interaksi antar kultur di nusantara.

No comments
Post new comment