Term of reference
Seminar Nasional Rescuing Our Culture 8 Desember 2009
Topic: “Persoalan Paten Budaya dan Implikasinya bagi Keutuhan Nasional”
Masih lekang dalam ingatan bagaimana Malaysia mengklain dalam iklan pariwisatanya beberapa kebudayaan Indonesia. Mulai dari reog Ponorogo, Kain Batik, keris, kopi aceh, dan terakhir ini yang paling sensasional adalah tari pendet. Mengetahui hal ini, serentak rakyat Indonesia melayangkan protes kepada negara tetangga kita itu. Kita marah dan kesal karena kekayaan budaya kita diklain oleh mereka. Namun, apakah tindakan klaimasasi ini adalah murni kesalahan Malaysia? Akan sangat menarik jika persoalan ini dibahas secara akademik dan dikaitkan pula dengan masalah paten budaya. Lebih jauh lagi, perlu juga kita pahami bagaimana konsep mengenai sharing culture atau kebudayaan bersama.
Di sisi lain, perihal paten budaya ini pula harus kita cermati lebih dalam lagi. Apakah benar diperlukan tindakan untuk mematenkan budaya tertentu untuk merujuk pada suatu daerah atau tidak. Padahal di masa lalu, tidak ada yang pernah protes dengan percampuran budaya antar bangsa. Misal kita ambil contoh kebudayaan wayang yang isi ceritanya mengadopsi kisah dalam kitab mahabarata dari India, apakah kita juga bisa diserupakan dengan apa yang telah dilakukan Malaysia? Banyak kalangan bahkan kaum akademisi yang belum paham dan mengkaji lebih dalam lagi masalah ini.
Sama halnya dengan internal Indonesia sendiri, perlu dikaji pula implikasi paten budaya daerah terhadap integrasi bangsa. Musti ada kesamaan persepsi dalam memandang perihal paten budaya ini agar dapat dihindari potensi konflik dengan pematenan budaya tertentu. Apakah hal yang tepat untuk mematenkan budaya daerah bagi pengembangan budaya itu sendiri? Atau jika budaya itu tidak dipatenkan, apakah ada cara tertentu dalam tujuannya menjaga budaya bangsa dari pihak lain? Atau yang lebih riel, apakah hak kekayaan intelektualitas kita sekarang ini telah mampu melindungi kekayaan budaya kita dari komersialisasi perusahaan asing? Semua pertanyaan itu akan menjadi sangat menarik dengan mengkaitkannya satu sama lain, sehingga terbentuk sebuah pemahaman yang komprehensif.

No comments
Post new comment